Friday, 24 October 2014
Sajak Untuk Saudara
Pelaku keindahan yang bersemayam dibalik tirai panggung
Pada era yang terbuka ini
Aku mencoba membuka pakaian kita
Jubah jubah yang congkak
Kita jadikan selimut bagi sesama
Sudah waktunya pentas pentas kita isi dengan cerita
yang membangun kekuatan dan kuda kuda pasti
Ini bukan kung fu
bukan tinju
Tetapi adu fikir
antara licik dan pintar
antara pura pura dengan sungguh sungguh
antara para elit yang jumawa
dengan petani yang membawa cangkul
Kita tidak bermimpi untuk memindahkan gunung
tidak berhayal menjadi pilot pesawat tempur
Kita hanya ingin memandang gunung dengan senyum
dan terbang dengan sayap cita cita
Apapun itu
bila dengkur masih direkam dan dijadikan lagu rindu
maka tidak akan ada yang percaya
kalau kita adalah penyanyi
pembaca puisi
atau aktor dalam peran yang bernyawa
kita hanya akan menjadi kunci
yang membuka gerbang
dan membiarkan angin masuk
dan keluar seperti kentut
Masih kulihat langkah
dan beberapa senyum yang cukup gagah
ketika para pelaku keindahan mengisi pertemuan
yang kita yakini adalah semua orang akan suka
dan meng elu elukan kita setelah turun dari panggung
padahal itu cuma euphoria singkat
karena apa yang kita lakukan adalah aneh
lucu
menyenangkan
dan membuat mereka puas seolah kelar bersenggama
oh zaman yang penuh buruk sangka
tolong singkirkan aku dari perjalanan memuakkan ini
karena jika tidak kau segerakan semua
maka sajakku akan menerkammu
dalam malam malam yang tak kelam
penuh warna warni lampu jalanan
yang terang benderang
dan membiarkan gelandangan terlihat jelas dikala tidurnya tanpa busana
pakaian compang camping tanpa pelindung kemaluan
mengernyitkan mata atas pemandangan yang seharusnya indah
keadaan macam apa ini
Membangun bangsa yang sudah porak poranda
seperti merapikan kembali benang yang kusut
bila sabar dan tekunmu kau bunuh dengan sengaja
maka kocar kacir akan tetap melanda
Label:
Puisi Sajak
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment